Thursday, 30 October 2008

PENILAIAN ASESMEN RUBRIK "PROPOSAL"

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Dalam proses pembelajaran biologi yang merupakan cabang sains sangat membutuhkan suatu keterampilan yang menuntut siswa untuk aktif tidak hanya sebatas konsep atau teori yang selama ini masih di lakukan di beberapa sekolah.sekolah yang merupakan satuan pendidikan sebagai pelaksana kurikulum atau sistem evaluasi pembelajaran yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan siswa agar dapat tercapai dalam proses pembelajarannya.
Dalam proses pembelajaran di kelas guru memegang peranan penting sebagai pelaksana kurikulum, Syaodin (1997) dalam (Nurdin, 2002:68) mengatakan bahwa kurikulum nyata atau aktual kurikulum merupakan implementasi dari offcial curiculum oleh guru di kelas,artinya bagusnya kurikulum itu hasilnya tergantung pada apa yang di lakukan oleh guru dan juga siswa di kelas.
Guru dengan proses pembelajaran di kelas di tuntut untuk dapat mengembangkan, memeperluas, dan menciptakan relevansi kurikulum dengan kebutuhan siswa serta kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, hal ini juga guru harus dapat menciptakan suatu pembelajaran agar siswa dapat mencapai kompetensi dasar yang di harapkan karena ketercapaian kompetensi dasar dalam pengembangan KTSP merupakan salah satu indikator keberhasilan guru sebagai pelaksana kurikulum.
Sehingga proses belajar mengajar berlangsung guru harus bisa menciptakan suatu rancangan pengajaran yaitu suatu usaha guru yang bersifat kompleks karena banyaknya nilai atau faktor–faktor manusia yang turut terlibat di dalamnya sebab pengajaran adalah usaha membentuk manusia yang baik. (Hamalik, 2001:35)
Akan tetapi kenyataannya guru dalam proses pembelajarannya merasa ada kesenjangan dengan siswa ketika proses belajar mengajar di kelas berlangsung, siswa merasa jenuh atau kurangnya perhatian terhadap pembelajaran biologi, karena siswa hanya dapat duduk manis mendengarkan dan merekam semua informasi yang di sampaikan guru serta di paksa untuk dapat menguasai semua fakta dan konsep sebagai bahan untuk di hapal, sehinga siswa tidak di beri kesempatan sedikitpun untuk melaksanakan refleksi secara kritis untuk dapat mengetahui kesalahan yang mereka lakukan ketika proses pembelajaran berlangsung.
Siswa hanya diberi banyak informasi yang berupa teori dari buku teks sebagai bahan nutuk manghadapi ulangan harian dan tugas–tugas lainnya dan penilaian yang di terima siswapun hanya sebatas penilaian kuantitatif yang berupa angka–angka tidak sertai dengan panilaian kualitatif yang berupa catatan, komentar, saran ataupun lembar observasi sebagai aktivitas siswa.
Hal ini terbukti bahwa penilaian yang selama ini di lakukan oleh guru hanya sebatas memeperhatikan hasil ulangan tertulis yang hanya mengamaati ranah kognitif, sedangkan ranah afektif dan psikomor kurang mendapat perhatian, ranah afektif dan psikomotorpun harus di amati kemajuannya seperti keterampilan menggunakan alat–alat, kemampuan menganalisis dan melaksanakan prosedur kerja sampai selesai, kemampuan mengambil keputusan, berdasarkan aplikasi yang di berikan dan kemampuan memebaca menggunakan diagram, gambar, dan simbol, kedua ranah tersebut tidak mungkin dapat di ketahui hanya dengan tes tertulis pada ulangan akan tetapi harus dengan tes perbuatan atau bahkan dengan dalam bentuk non tes misalnya dengan mengadakan observasi berupa kegiatan praktikum. (Mulyasa, 2004:171)
Dari persoalan tersebut penulis tertarik untuk malakukan suatu tindakan yaitu dengan memberikan suatu penilaian karena mengingat antara belajar dan penilaian mempunyai hubungan yang yang sangat erat, maka agar siswa terdorong untuk mengembangkan daya kreasi dan keterampilan berfikir hendaknya penilaian yang di lakukan tidak hanya di tujukan pada penguasaan konsep atau teori, namun perlu di lengkapi dengan penilaian terhadap proses belajar siswa atau aktivitas siswa.
Aktivitas siswa atau kinerja siswa dapat di lakukan dengan kegiatan praktikum sehingga siswa dapat lebih aktif dan mandiri dalam menemukan informasi yang berhubungan dengan materi pelajaran, kegiatan praktikum ini merupakan suatu bentuk panilaian non tes atau tes perbuatan yang dapat mengukur ranah afektif dan psikomor siswa.
Dari kegiatan praktikum yang nantinya akan memberikan hasil atau produk yang berupa pemahaman konsep dan hasil karya siswa tentang sub konsep keanakaragaman makhluk hidup yang merupakan proses dari belajar siswa.
Oleh karena itu instrumen penilaian yang dapat digunakan untuk menilai kinerja siswa yang merupakan salah satu penilaian yang di fokuskan pada dua aktivitas pokok yaitu observasi proses pada saat berlangsungnya unjuk keterampilan dan evaluasi hasil cipta atau produk.
Penilaian yang cocok untuk menilai kinerja siswa adalah panilaian yang berbasis asesmen (assessment based – evalution) adapun altenatif asesmen yang digunakan adalah asesmen rubrik yang saat ini belum terlalu di kenal dalam dunia pendidikan kita terutama dalam menilai hasil praktikum siswa yang merupakan hasil dari proses pembelajarannya.
Penilaian terhadap kinerja siswa bisa di jadikan alternatif yang dapat di laksanakan oleh guru dalam pencapaian target pencapain kurikulum dan kompetensi dasar dengan melihat hasil praktikum siswa, asesmen rubik adalah suatu bentuk penilaian yang sudah mempunyai kriteria atau acuan standar sehingga agar penilaian terhadap hasil praktikum ini objektif maka guru dapat mengembangkan rubrik sesuai dengan kebutuhan siswa pada saat pembelajaran berlangsung.
Rubrik yang di gunakan harus memuat daftar kriteria kinerja siswa, ranah atau aspek-aspek siswa,konsep - konsep dan gradasi mutu, asesmen rubrik ini bisa di jadikan sebagai salah satu alat ukur keberhasilan siswa untuk mencapai kompetensi dasar tertentu.



B. Rumusan Masalah
Adapun perumusan dalam penelitian ini dapat dikelompokkan dalam tiga tahap, diantaranya yaitu sebagai berikut:
1. Identifikasi Masalah
a. Wilayah Kajian
Wilayah kajian dalam penelitian ini adalah pengambangan asesmen rubrik sebagai instrumen penelitian
b. Pendekatan Penelitian
Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kinerja proses dan kinerja produk dari kegitan praktikum siswa.
c. Jenis Masalah
Jenis masalah dalam penelitian ini adalah tentang kesenjangan guru terhadap siswa dengan penilaian pada sub konsep keanekaragaman makhluk hidup.
2. Pembatasan Masalah
Dalam penelitian ini penulis membatasi masalah, agar tidak keluar dari wilayah penelitian. Adapun batasan masalah ini adalah sebagai berikut:
a. Standar asesmen rubrik yang digunakan dalam menilai hasil praktikum.
b. Efektifitas penerapan asesmen rubik dalam menilai hasil praktikum.
c. Ketercapaian kopetensi dasar dengan indikator keterampilan proses sains.
d. Respon guru terhadap penerapan asesmen rubrik


3. Pertanyaan penelitian
a. Bagaimana standar asesmen rubrik yang digunakan dalam menilai hasil praktikum?
b. Bagaimana efektifitas penerapan asesmen rubrik dalam menilai hasil praktikum?
c. Bagaimana ketercapaian kompetensi dasar pada sub konsep keanekaragaman makhluk hidup?
d. Bagaimana respon guru terhadap penerapan asesmen rubrik?

C. Tujuan penelitian
1. Untuk mengkaji standar rubrik yang digunakan dalam menilai hasil praktikum.
2. Untuk mengkaji penerapan asesmen rubrik dalam menilai hasil pratikum.
3. Untuk mengetahui ketercapaian kompetensi dasar melalui asesmen rubrik.

D. Manfaat penelitian
1. Untuk menambah wawasan guru tentang sistem penilaian berbasis asesmen dengan alternatif asesmen rubrik.
2. Mengetahui penerapan asesmen rubrik dalam menilai hasil praktikum yang merupakan kinerja siswa.
3. Untuk menambah pengetahuan guru dalam ketercapaiannya mengembangkan komopetensi dasar pada sub konsep keanekaragaman makhluk hidup.
4. Untuk meningkatkan keterampilan siswa dalam praktikum, sehingga memperoleh hasil praktikum yang baik.
5. Membantu sekolah dalam penyempurnaan pencapaian tujuan kurikulum.
6. Untuk membantu memperbaiki mutu pembelajaran biologi pada sub konsep keanekaragaman makhluk hidup melalui sistem penilaian berbasis asesmen.

E. Kerangka pemikiran
Suatu komponen dalam pendidikan sekolah adalah kurikulum yang di dalamnya terdapat standar kompetensi dan kompetensi dasar disetiap bidang studi (mata pelajaran) dalam jenjang dan tingkat pendidikan yang di harapkan dapat tercapai oleh siswa. Dilihat dari struktural kurikulum ada empat komponen utama yakni:
1. Tujuan
2. Isi dan struktur kurikulum
3. Strategi pelaksanaan, dan
4. Komponen evaluasi
Keempat komponen tersebut saling berkaitan satu sama lainnya sehingga merefleksikan satu kesatuan yang utuh sebagai program pendidikan (Nurdin 2002:51). Dalam perkembangannya kurikulum selalu mengalami perubahan sesuai dengan kebutuhan pendidikan, saat ini perubahan itu terbukti dari kurikulum 2004 atau kurikulum berbasis kompetensi menjadi kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP).
Dalam KTSP bahwa sekolah merupakan sarana tempat di berlakukannya KTSP dengan mengenal kebutuhan dan potensi yang ada di sekolah sehingga di kembangkanlah KTSP yang di sesuaikan dengan kondisi sekolah tersebut.jadi KTSP dapat terlihat perbedaannya dengan kurikulum yang lain yaitu terletak pada sekolah yang di beri kesempatan untuk mengembangkan potensinya.
Untuk melaksanakan kurikulum guru harus ikut berperan dalam usaha pembentukan sumber daya manusia yang memiliki potensi dalam melaksanakan pembangunan, tidak hanya itu saja guru juga memegang peranan penting dalam proses belajar mengajar di kelas guru di tuntut untuk lebih kreatif dan mempunyai kemampuan untuk menjabarkan dan memperluas isi kurikulum untuk di terapkan dalam proses belajar mengajar.
Guru juga harus mempunyai kemampuan dalam menciptakan suasana pengajaran yang kondusif ini merupakan indikator kreativitas dan efektifitas guru dalam mengajar.hal tersebut dapat di capai secara lebih baik jika guru dapat: (a) memusatkan pada kepribadian dalam mengajar, (b)menerapkan metode mengajar, (c)memusatkan pada proses dan pruduknya, dan (d) memusatkan pada kompetensi yang relevan. (Rustaman, 2005:24 )
Berhasil tidaknya kurikulum pendidikan yang telah di rencanakan atau di tetapkan, kuncinya adalah terletak pada proses belajar mengajar sebagai tombak dalam mencapai sasaran, oleh karena itu proses belajar mengajar yang terencana,terpola dan terprogram secara baik dan sesuai dengan rambu–rambu yang ada dalam garis–garis besar program pengajaran (GBPP) merupakan ciri dan indikator keberhasilan pelaksanaan kurikulum. Oleh sebab itu guru harus menguasai dan memiliki kemampuan dalam:
1. Garis-garis besar program pengajaran (GBPP)
2. Materi pelajaran
3. Desain pengajaran
4. Pengelolaan kelas atau proses belajar mengajar (PBM)
5. Penilaian hasil belajar atau evaluasi (Nurdin, 2002:57-58)
Guru dan proses pembelajarannya harus bisa mengembangkan kompetensi dasar yang dapat dikuasai oleh siswa, guru yang efektif perlu memahami pertumbuhan dan perkembangan siswa secara komprehensif, pemahaman ini akan memudahkan guru untuk menilai kebutuhan siswa dan merencanakan tujuan, bahan dan prosedur belajar mengajar dengan tepat. (Hamalik, 2001:93)
Dalam kompetensi dasar yang terdapat pada sub konsep keanekaragaman makhluk hidup, siswa membutuhkan suatu pembelajaran yang aktif dan mandiri untuk menunjang kebutuhannya, karena siswa merupakan salah satu komponen dalam pengajaran, disamping faktor guru, tujuan dan metode pengajaran, tanpa adanya siswa kegiatan belajar mengajar tidak akan terlaksana.
Proses pengajaran yang dapat menumbuhkan siswa itu aktif dan mandiri salah satunya adalah dengan mengadakan kegiatan praktikum yang merupakan kinerja siswa melalui pendekatan keterampilan proses sains (KPS) yang di gunakan sebagai bahan penilaian terhadap hasil praktikum dengan mengacu pada kinerja siswa yaitu kinerja proses dan kinerja produk sebagai bentuk penilaian. Adapun jenis penilaian yang digunakan untuk menilai hasil praktikum adalah penilaian berbasis asesmen dengan alternatif asesmen rubrik.




















Bagan 1.1 Kerangka Pemikiran


BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Praktikum dan hasil Praktikum
Untuk menunjang kegiatan belajar mengajar khususnya dalam bidang IPA Biologi, selain memberikan bahan atau materi pelajaran secara klasikal maka diperlukan juga pembuktian dengan realita (nyata) berupa praktikum. Melalui pelatihan kegiatan praktikum ini akan dapat membuktikan kebenaran teori-teori yang diberikan di dalam kelas
Praktikum merupakan kegiatan-kegiatan eksperimen sekaligus meningkatkan daya nalar siswa sehingga kebenaran-kebenaran teori dapat dibuktikan, kegiatan praktikum juga merupakan bagian dari pengajaran yang bertujuan agar siswa mempunyai kesempatan untuk membagi dan melaksanakan dalam keadaan nyata.
Dari kegitan praktikum tersebut akan menghasilkan hasil praktikum yang berupa kinerja produk dan kinerja proses siswa, kedua kinerja tersebut dapat dikembangkan indikatornya yang sesuai dengan kompetensi dasar yang ingin dicapai. Kinerja produk merupakan produk ilmiah biologi antara lain meliputi fakta, konsep, prinsip, teori. Sedangkan kinerja proses yang merupakan keterampilan proses ilmiah yang meliputi observasi, klasifikasi, identifikasi dan deskripsi.



B. Pengertian dan tujuan asesmen
Penilaian dalam bahasa inggris sering disebut sebagai evalution atau assessment, tujuannya tidak lain untuk mengetahui apakah suatu program pendidikan, pengajaran atua pun pelatihan tersebut dikuasai oleh pesertanya atau belum. Dengan demikian asesmen dapat diartikan sebagai proses dalam pembelajaran yang dilakukan secara sistematis,dan digunakan untuk mengungkap kemajuan siswa secara individu serta untuk menentukan pencapaian hasil belajar dalam rangka pencapaian kurikulum.Adapun maksud dari asesmen adalah:
- melacak kemajuan siswa (keeping track)
- mengecek ketercapain kemampuan (cheking up)
- mendeteksi kesalahan (finding out)
- menyimpulkan (summing out).
Penilaian yang akan di lakukan secara berkala dan berkelanjutan, artinya bahwa penilaian mengukur semua kompetensi dasar yang di lakukan pada satu atau labih kompetensi dasar, hasilnya dianalisis dan di tindaklanjuti melalui program remedial atau pengayaan, mencakup aspek kognitif, psikomotor dan afektif yang diukur melalui pengamatan, kuesioner, atau instrumen lainya. (Fajar, 2004:217-219).
Hendri (2005) mengungkapkan bahwa pengertian asesmen selaras dengan makna penilaian yang artinya suatu kegiatan yang dilakukan oleh guru untuk memberikan berbagai informasi secara berkesinambungan dan menyeluruh tentang proses dan hasil belajar yang telah dicapai. Tujuan utama penggunaan asesmen dalam pembelajaran (classroom asesmen) adalah membantu guru dan siswa dalam mengambil keputusan secara propesional untuk memperbaiki pembelajaran, artinya guru dapat mendiagnosa kelebihan dan kelemahan siswa dalam belajar, memonitor jenjang kemampuan siswa, menentukan efektivitas pelajaran, mempengaruhi persepsi publik tentang efektivitas pembelajran, mengevaluasi kinerja guru, mengklarifikasi tujuan pembelajaran yang dirancang oleh guru.
Penilaian (assessment) digunakan dalam konteks yang lebih sempit yang biasanya dilaksanakan secara internal, yakni oleh orang-orang yang menjadi bagian atau terlibat dalam sistem yang bersangkutan seperti guru menilai hasil belajar guru atau supervisor menilai guru. Penilaian merupakan bagian integral dalam keseluruhan proses belajar mengajar, dengan demikian kegiatan penilaian harus dipandang sebagai salah satu faktor yang menentukan keberhasilan proses dan hasil pembelajaran, bukan hanya sebagai cara untuk menilai keberhasilan belajar siswa.
Oleh karena itu penilaian dalam proses pembelajaran merupakan kegiatan menghimpun fakta-fakta dan dokumen belajar siswa yang dapat dipercaya untuk melakukan perbaikan program, penilaian juga merupakan proses menyimpulkan dan menafsirkan fakta-fakta, membuat pertimbangan dasar yang propesional untuk mengambil kebijakan pada sekumpulan informasi yaitu informasi tentang siswa.
Tujuan pokok penilaian pembelajaran adalah untuk mengetahui efektifitas proses belajar mengajar yang telah dilaksanakan, indikator keefektifan itu dapat dilihat dari perubahan tingkah laku yang terjadi pada siswa kemudian dibandingkan dengan perubahan tingkakah laku yang diharapkan sesuai dengan kompetensi, tujuan dan isi program pembelajaran. (Depdiknas)
Hamalik (2001:145) mengatakan bahwa asesmen adalah serangkaian kegiatan yang dirancang untuk mengukur prestasi siswa sebagai hasil dari suatu program instruksional, rumusan ini dapat digunakan sebagai bukti yang patut dipertimbangkan dalam evaluasi pengajaran. Jadi asesmen bukan hanya menilai siswa melainkan untuk menilai sistem pelajaran itu sendiri. Hadil asesmen merupakan bagian integral dari sistem instruksional berdasarkan hasil asesmen dapat diperoleh gambaran tentang ketercapaian tujuan atau system dan pelaksanaan sistem secara keseluruhan.

C. Penerapan Asesmen Rubrik Dalam Kegiatan Hasil Praktikum, Subkonsep Keanekaragaman Makhluk Hidup.
1. Asesmen Rubrik
Proses pendidikan merupakan proses mengembangkan prilaku dan aspek kepribadain yang terkait dengan penentuan tujuan. Pendidikan IPA sebagai salah satu contoh dari pendidikan secara menyeluruh dan utuh, membahas materi IPA dan melatih proses IPA, proses IPA berkaitan dengan keterampilan proses dan kegiatan ilmiah yang dapat berupa penelitian, percobaan, ataupun praktikum.
Asesmen rubrik yang bermakna penilaian yang mempunyai kriteria artinya kriteria atau rubrik adalah pedoman yang digunakan dalam melakukan penilaian kinerja atau hasil kerja siswa dengan menggunakan kriteria ini penilain yang sifatnysa subjektif dapat dihindari paling tidak dapat dikurangi, dengan kriteria ini dapat memudahkan seorang guru untuk menilai prestasi yang telah dicapai oleh siswa dan siswa pun termotivasi untuk mencapai prestasi semaksimal mungkin. (Mimin, 2007:28)
Sebagai kriteria dan alat pensekoran, rubrik terdiri dari senarai yaitu daftar kriteria yang diwujudkan dengan dimensi-dimensi kinerja, aspek-aspek dan konsep-konsep yang akan dinilai, dengan kata lain rubrik adalah sebuah panduan penilaian yang digunakan dalam penilaian subjektif karena rubrik secara tidak langsung memuat suatu kriteria dari sistem penilaian dan rubrik juga dapat menjadi sebuah deskripsi yang jelas dari karakteristik penilaian dari skala dalam sebuah definisi. (Zaenul, 2001:21)
Asesmen rubrik dapat diubah menjadi ke dalam beberapa cara yang tepat untuk siswa yang dapat meningkatkan kompetensi dasar, dan sebuah rubrik dapat dilakukan dengan benar apabila:
1. menentukan aspek-aspek dari kerja murid yang dirasa paling penting
2. .telah disepakati oleh beberapa orang yang terkait pada nilai yang harus di berikan untuk bagian kerja siswa, dan bisa bermanfaat bagi siswa, guru dan sekolah itu sendiri.
Rubrik juga dikenal dengan sebutan skoring rubrik menurut istilah yang digunakan oleh Chicago Public Schools (CPS) terdiri dari beberapa komponen dan setiap komponen terdiri dari satu atau beberapa dimensi, setiap dimensi harus didefinisikan dan agar jelas harus diberi contoh atau ilustrasi. Jadi secara singkat skoring rubrik terdiri dari beberapa elemen yaitu:
- dimensi yang akan dijadikan dasar menilai kinerja siswa
- definisi dan contoh yang merupakan penjelasan mengenai setiap dimensi skala yang digunakan untuk menilai dimensi.
- Standar untuk setiap katagori kinerja.
Sedangkan syarat dari rubrik itu sendiri dapat bersifat menyeluruh berlaku umum dan dapat juga bersifat khusus (hanya berlaku satu topik tertentu dalam suatu mata kuliah tertentu) sehingga metode atau cara dengan menggunakan dalam asesmen rubrik terdiri dari:
1. Holistik (umum) yaitu digunakan untuk pemberitahuan suatu nilai atau skor yang berdasarkan nilai keseluruhan dari respon siswa.
2. Analisis (khusus) yaitu digunakan untuk pemberian nilai dari berbagai aspek yang berbeda dan hanya berlaku untuk suatu topik tertentu dalam suatu mata pelajaran tertentu pula.
Tabel 2.1
Contoh Asesmaen Rubrik Holistik
Skor Deskripsi
4



3

2


1 Mendemontrasikan sebuah pemahaman yang cermat tentang konsep-konsep penting atau penyamarataan-penyamarataan dan menyediakan atau memberikan pengetahuan atau wawasan kedalam beberapa aspek informsi tersebut.
Menunjukan sebuah pemahaman yang sempurna, lengkap dan akurat dari konsep-konsep penting atau penyama rataan.
Menunjukan sebuah pemahaman yang tidak lengkap dari konsep-konsep penting dan penyamarataan-penyamarataan dan mempunyai beberapa kesalahpahaman.
Mendemonstrasikan kesalahpahaman sederhana tentang konsep-konsep dan penyamarataan.
(Marzano, 2004:94)
Tabel 2.2
Contoh asesmen rubrik analisis
Skor Grafik Spesifikasi Rasional
4

3
2


1 Gambar dan peralatan tentang grafik yang disajikan benar.

Sebagian terbesar gambar dan pertelaan yang diberikan benar.
Beberapa gambar disajikan dan beberapa pertelaannya benar.

Gambar dan pertelaan yang diberikan sangat terbatas dan hanya sebagian yang benar. Semua spesifikasi yang diberikan benar.

Semua spesifikasi yang diberikan benar.
Hanya sebagian spesifikasi yang diberikan benar.


Spesifikasi yang diberikan pada umumnya salah. Rasional yang diberikan jelas dan “straight forward”

Penjelasan diberikan, tetapi masih membentuk tambahan.
Rasional yang diberikan tidak lengkap.


Rasional yang diberikan tidak benar.


2. Asesemen rubrik dalam menilai hasil praktikum
Kegiatan dan hasil praktrikum merupakan penilaian kinerja siswa sebagai salah satu alternatif penilaian yang difokuskan pada dua aktifitas pokok yaitu observasi proses saat berlangsungnya unjuk keterampilan dan evaluasi dan hasil cipta atau produk, penilaian untuk ini dilakukan dengan mengamati saat siswa melakukan aktifitas dikelas atau menciptakan suatu hasil karya sesuai dengan pembelajarannya. (Hendri, 2005:7)
Penilaian terhadap hasil praktikum merupakam jenis penilaian dengan menggunakan tes tindakan atau tes perbuatan sehingga dapat melihat keberhasilan pencapaian tujuan dalam proses belajar mengajar. Tes semacam ini bukan merupakan tes tertulis yang biasa dilakukan melainkan suatu nontes yang bisa dilakukan dengan cara:
1. observasi, yakni biasa dilakukan dengan pengamatan pada siswa pada saat melaksanakan tugas dari setiap sub konsep keanekaragaman mahluk hidup.
2. wawancara yaitu untuk mengetahui secara langsung dengan cara bertanya kepada siswa mengenai pemahaman konsep atau menanyakan apa yang sedang dilakukan sehingga dari hasil bertanya tersebut kita bisa mengetahui seberapa bersar penguasaan pada konsep yang sedang dipelajari.
Kedua penilaian tersebut dapat dikembangkan terutama untuk observasi yang merupakan keterampilan proses sains sehingga dalam penerapan dalam asesmen rubrik terhadap hasil praktikum bisa dengan menggunakan pendekatan keterampilan proses sains (KPS) yang didalamnya terdapat kinerja proses dan kinerja produk yang sudah disesuaikan dengan subkonsep keanekaragaman mahluk hidup. Kemampuan keterampilan proses sains (KPS) ini adalah kemampuan dasar yang harus dimiliki dan dikuasai siswa yang akan diterapkan dalam praktikum. Untuk menilai KPS dalam hasil praktikum dengan menggunakan lembar pengamatan yang berupa lembar obsevasi dan lembar penilaian lainnya dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut
1. Menentukan keterampilan yang akan diamati
2. Membuat criteria penilaian untuk masing-masing kemampuan



D. Langkah-langkah Pengembangan Rubrik
Adapun langkah-langkah penegembangan rubrik peneliti mengambil rubrik yang dikembangkan dari Chichago Public School (CPS), adapun langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:
1. Dosen, guru dengan teman sejawatnya menentukan dimensi kinerja yang akan diakses. Penentuan ini dapat dilakukan melalui diskusi bersama dengan bidang studi yang sama dengan melihat garis-garis besar program pembelajaran (GBPP).
2. Setelah itu kumpulkan beberapa cara atau kinerja siswa yang telah ada untuk dilihat dan disesuaikan dengan hasil penentuan dimensi dengan kenyataan pada kinerja siswa.
3. Rumuskan dimensi kinerja yang akan di ases menjadi dimensi-dimensi yang lebih akurat.
4. Setelah itu tuliskan definisi dari setiap dimensi yang telah diputuskan pendefinisian ini merupakan langkah yang kritis.
5. Menentukan skala dari dimensi yang akan diases, skala itu tertentu saja dapat berbentuk deskriptif atau nomerik. Apapun skala yang digunakan, setiap kategori skala itu harus didefinisikan secara baik, dan diberi contoh kinerja yang ditunjukan dalam setiap kategori. Dalam tahapan ini dapat juga dikembangkan semacam check list, sehingga dalam bentuk ada atau tidak adanya suatu dimensi.
6. Tahap berikutnya melakukan penilaian terhadap rubrik yang telah dikembangkan untuk penilaian ini sejumlah pertanyaan dapat dijadikan sebagai patokan.
7. Langkah selanjutnya ialah uji coba, inilah yang akan nampak. Apakah rubric yang telah dikembangkan dapat digunakan atau tidak?
8. Apabila rubrik tidak memadai, maka langkah berikutnya adalah sosialisasi. Sosialisasi ini dilakukan dengan melibatkan semua pihak yang terkait dengan asesmen kinerja. Dengan malakukan sosialisasi ini diharapkan semua pihak dapat memperlihatkan komitmennya.

E. Subkonsep keanekaragaman makhluk hidup
Dalam subkonsep keanekaragaman makhluk hidup memiliki tiga kopetensi dasar yaitu:
1) mengidentifikasi ciri-ciri makhluk hidup
2) mengklasifikasikan makhluk hidup berdasarkan ciri-ciri yang dimiliki
3) mendeskripsikan keanekaragaman pada sistem organisasi kehidupan mulai dari tingkat sel sampai organisme
Dari ketiga kompetensi dasar inilah yang akan dicapai oleh siswa melalui kegiatan pratikum.




Table 2.3
Contoh keterampilan proses dan karakteristiknya
Keterampilan proses sains Karakteristik
1. Melakukan pengamatan


2. Mengelompokan (klasifikasi)


3. Mengkomunikasikan Melakukan pengamatan tanpa bantuan, dengan benar dan akurat dengan mengunakan berbagai indera.
Menggunakan fakta yang relevan dan memadai

Mencari perbedaan
Mengontraskan ciri-ciri
Mencari kesamaan
Membandingkan
Mencari dasar penggolongan

Menyusun dan menyampaikan laporan secara sistematis
Menjelaskan hasil penelitian
Mendiskusikan hasil penelitian
(Susiana, 2005)
Tabel di atas merupakan kinerja siswa dalam kegiatan paktikum yang akan dinilai melalui asesmen rubrik dalam kriteria penilaiannya dari tiap-tiap kinerja siswa yang akan diamati sudah dimengrti dan disepakati bersama siswa, sehingga melalui cara seperti itu penilaian terhadap kinerja siswa dapat acuan yang jelas dalam mengerjakan tugas dari guru.






BAB III
METODE PENELITIAN

A. Tempat dan Waktu
(1) Tempat Penelitian
Penelitian dilaksanakan di SMPN 1 Sumberjaya yang berlokasi Jl. MT Haryanto desa Ciligur kecamatan Sumberjaya kabupaten Majalengka.
Penentuan lokasi penelitian ini dengan alas belum diadakan penelitian serupa sebelumnya.
(2) Waktu Penelitian
Waktu yang dibutuhkan untuk melaksanakan penelitian adalah selama tiga bulan.

B. Kondisi Umum Wilayah Penelitian
SMPN 1 Sumberjaya terletak sangat strategis dan mudah dijangkau, dan sesuai dengan perkembangan kurikulum yakni adanya perubahan kurikulum 2004 menuju kurikulum 2006 (kurikulum yang disempurnakan), dalam penggunaan KTSP ini hanya baru diterapkan pada kelas VII dan kelas VIII sedangkan kelas XI masih menggunakan KBK.
Sementara itu di SMPN 1 Sumberjaya dalam proses penelitiannya hanya sebatas pemahaman konsep belum sampai dengan kegian pratikum yang nantinya mendatangkan hasil dari pratikum itu sendiri, yang merupakan penglaaman belajar khususnya pada pembelajaran biologi.
Hal tersebut dikarenakan masih terbatasnya sarana yang tersedia di laboratorium IPA dan sedikitnya jam pelajaran sehingga kegiatan PBM sangat terbatas hanya transfer informasi sehingga siswa mengalami kejenuhan dan menurunnya minat siswa terhadap pembelajaran biologi. Dengan melihat kondisi seperti itu diperlukan sistem penilaian yang dapat membuat siswa aktif dan dapat menghasilkan sesuatu dari proses pembelajarannya, sehingga hakikat belajar biologi dapat bermakna.

C. Metode Penelitian
Metode pelaksanaan penelitian ini mengikuti prinsip kerja Classroom Action Research ( penelitian tindakan kelas atau PTK ).adapun pelaksanaannya yaitu melalui proses pengkajian berdaur,yang terdiri dari empat tahap yaitu merecanakan,melakukan tindakan,mengamati dan melakukan refleksi.( Wardani 2001 : 2.3 )
Adapun bagan siklus penelitian ini adalah sebagai berikut :







Gambar 2.Siklus Penelitian

a. Perencanaan pelaksanaan penelitian
Bagian ini meliputi asumsi awal (semi penilitian), subjek penelitian, instrumen penelitian dan teknis analisis data. (Hamzah, 1999)
1. Asumsi awal (semi penelitian)
Yang menjadi asumsi awal dari penelitian ini adalah dengan melihat pengalaman mengajar seorang guru pada mata pelajaran biologi di SMPN 1 Sumberjaya selama empat tahun, sehingga ini cukup bisa di jadikan semi penelitian pada paradigma penelitian tindakan kelas.temuan semi penelitian ini atau pengalaman seorang guru tersebut menunjukan bahwa aktivitas belajar siswa yang mengikuti mata pelajaran biologi di kelas sangat kurang,salah satunya adalah dengan melihat hasil ulangan siswa yang sangat kurang.hal ini di sebabkan karena sistem penilaian yang di gunakan belum bisa mengukur hakikat belajar biologi secara utuh.
2. Subjek Penelitian
Subjek penelitiannya adalah siswa kelas VII SMPN 1 Sumberjaya Kabupaten Majalengka yaitu sebanyak satu kelas yang berjumlah 40 orang yang terdiri dari 22 siswa laki –laki dan 18 orang siswa perempuan.
3. Instrumen peneliltian
Instrumen dalam penelitian ini adalah pengembangan asesmen rubrik terhadap kegiatan praktikum untuk kriteria identifikasi, klasifikasi, komunikasi dan tes serta instrumen PTK sendiri yaitu daftar observasi on-task dan off-task dan pedoman wawancara. Adapun fungsi masing–masing instrumen yaitu sebagai berikut :
Daftar observasi on-task dan off-task yaitu untuk mengumpulkan data mengenai aktivitas–aktivitas siswa selama proses pembelajaran berlangsung yaitu data mengenai perhatian, kesungguhan dan keberanian siswa mengikuti mata pelajaran biologi.dan adapun asesmen rubrik yang di gunakan untuk mengukur keterampilan siswa dalam kegiatan praktikum mengidentifikasi, mengklasifikasi dan mengkomunikasikan pada sub konsep keanekaragaman makhluk hidup di lingkungan sekitarnya, sehingga bisa dijadikan alternatif penambahan sistem penilaian terhadap mata pelajaran biologi, pre tes untuk mengetahui kemampuan siswa sebelum dikembangkan asesmen rubrik dan post tes untuk mengetahui kemampuan siswa sesudah dikembangkan asesmen rubrik.sementara itu pedoman wawancara digunakan untuk mengetahui respon guru terhadap penggunaan asesmen rubrik dalam menilai hasil praktikum pada sub konsep keanekaragaman makhluk hidup.
b. Pelaksanaan penelitian
Pelaksanaan penelitian ini meliputi perencanaan tindakan, pelaksanaan penelitian, obsevasi dan refleksi
1. Perencanaan tindakan
Berdasarkan asumsi awal dari pengalaman seorang guru pamong yang telah mengajar selama empat tahun pada mata pelajaran biologi pada sub konsep keanekaragaman makhluk hidup kurang mendapat perhatian dari siswanya, sehingga perlu di lakukan suatu rencana tindakan untuk memperbaiki keadaan seperti ini, adapun tindakan yang harus di lakukan jika untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa dalam mengikuti pembelajaran biolgi maka di rencanakanlah suatu pembelajaran dengan menggunakan pendekatan keterampilan proses sains (KPS) yaitu dengan menggunakan metode pengamatan langsung, untuk mengukur kompetensi dasar dari sub konsep keanekaragaman makhluk hidup kemudian untuk mengungkap hakikat kompetensi dasar yang di harapkan yaitu keaktifan dan kemandirian siswa dalam pemahaman konsep dan keterampilan–keterampilan dalam praktikum yaitu mengidentifikasi,mengklasifikasikan dan mengkomunikasikan.
Untuk mengetahui keterampilan tersebut di kembangkanlah asesmen rubrik untuk ketiga indikator keteramppilan proses sains, dalam proses pembelajarannya di pandu dengan LKS sehingga untuk setiap kali pembelajaran dapat di tagih satu tugas yang subjektif untuk menghitung standar asesmen rubrik yang di gunakan untuk mengetahui kemamapuan ketiga indikator tersebut. Hasil kinerja siswa yang telah di periksa di beri catatan berupa saran dan komentar agar siswa mengetahui letak kesalahannya.
2. Pelaksanaan penelitian
Adapun hal–hal yang di lakukan pada tahap pelaksanaan penelitian ini adalah implementasi rencana yang telah di rumuskan sebelumnya yaitu:
a. melakukan pembelajaran dikelas selama 60 menit dengan metode pembelajaran konvesional untuk mengetahui kesungguhan dan perhatian siswa terhadap materi yang disampaikan oleh guru.
b.setelah pembelajaran selesai siswa diberi tugas untuk melakukan kegiatan praktikum berupa pengamatan di lingkungan sekitar sekolah yang di pandu dengan LKS pengamatan dan hasilnya di periksa.
c. menganalisis validitas isi asesmen rubrik dengan guru pamong pada waktu setelah pengumpulan tugas dalam setiap pertemuannya.
d. kemudian melakukan diskusi terbatas antara siswa dengan peneliti tentang model pembelajaran pengamatan langsung dan asesmen rubrik yang di gunakan,hal ini di laksanakan jika terjadi perubahan perlakuan dalam rencana awal terganggu atau tidak terlaksanakan.
3. observasi
Selama pelaksanaan tindakan dalam proses pembelajarannya di laksanakan pencatatan dengan menggunakan daftar observasi on-task dan off-task, untuk mengetahui aktivitas–aktivitas siswa ketika pembelajaran berlangsung di kelas.dan peneliti sendiri tidak mengajar tetapi mengambil posisi duduk di belakang dan ikut kelapangan tanpa sepengetahuan siswa dan mengisi daftar observasi yang telah di siapkan dan setelah pembelajaran selesai, peneliti ikut bersama siswa untuk mengamati lingkungan sekitar sekolah dan membawa lembar kegiatan praktikum untuk menilai aspek psikomotor siswa.
4. refleksi
Setelah melaksanakan rangkaian dalam pelaksanaan penelitian akan melahirkan refleksi yaitu suatu tindakan yang di dasari dengan melihat tugas atau kinerja siswa dalam hasil praktikum sehingga dapat di ketahui kesalahan yang di lakukan oleh siswa oleh karena itu tindakan ini berguna untuk memperbaiki dalam tindakan selanjutnya.

D. Langkah-langkah Pelaksanaan Penelitian
1. Sumber Data
Sumber data yang di gunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
a. Studi pustaka, yaitu data yang diambil dari buku–buku yang relevan dengan keperluan penelitian.
b. Studi empiric, yaitu data yang diambil dari sumber data di lapangan yaitu di SMPN 1 Sumberjaya
2. Populasi dan Sampel
a. Populasi
Menurut Suharsimi Arikunto (1993:102) populasi adalah keseluruhan subjek penelitian dalam hal ini dijadikan populasi adalah kelas VII SMPN 1 Sumberjaya yang berjumlah 200 orang.
Sedangkan menurut Nana Sudjana dan Ibrahim (2001:84) populasi adalah sekumpulan dari sejumlah elemen atau inti tempat diperolehnya informasi.
b. Sampel
Adapun untuk menentukan sampelnya dengan menggunakan sampling random yaitu dari jumlah siswa 200 orang yang terdiri dari kelas VII A-VII F yang ditentukan hanya kelas VII A yang berjumlah 40 orang.
c. Teknik Sampling
Dalam melakukan penelitian ini, penulis menggunakan teknik sampling random yaitu dengan cara mengundi kelas yang akan diteliti.
3. Teknik Penggumpulan Data
Dalam penelitian ini penulis menggunakan dua teknik yaitu sebagai berikut:

a. Observasi
Observasi adalah suatu tindakan yang merupakan penafsiran dari teori, dalam hal ini peneliti langsung mengamati objek penelitiannya dengan menggunakan asesmen rubrik terhadap hasil praktikum pada sub konsep keanekaragaman makhluk hidup kelas VII SMPN 1 Sumberjaya
Asesmen rubrik yang di gunakan dikembangkan terlebih dahulu untuk kriteria kinerja proses dan kinerja produk untuk masing-masing indikator, adapun indikator yang di gunakan mengacu pada keterampilan proses sains yaitu mengidentifikasi, mengklasifikasi, dan mengkomunikasikan. Selain observasi untuk praktikum juga terdapat observasi ketika proses pembelajaran yaitu observasi on-task (aktivitas siswa yang mendukung proses belajar mengajar) dan observasi off-task (aktivitas siswa yang tidak mendukung proses belajar mengajar).
b. Wawancara
Wawancara merupakan pertanyaan–pertanyaan yang di ajukan secara verbal kepada orang–orang yang dianggap dapat memberikan informasi atau penjelasan mengenai hal–hal yang di pandang perlu. Goetz dan Lecompte (dalam Wiriaatmadja, 2005:117). Wawancara ini digunakan untuk mengetahui respon guru dan siswa terhadap penerapan asesmen rubrik pada sub konsep keanekaragaman makhluk hidup dan untuk mengetahui kendala–kendala yang dialami guru ketika penerapan asesmen rubrik.
Adapun metode wawancara yang di gunakan untuk siswa dan guru dalam penelititan ini adalah dengan menggunakan metode wawancara terpimpin yang merupakan metode tanya jawab dengan menggunakan kerangka pertanyaan sebagai pedoman umum jalannya tanya jawab dan kedua belah pihak mempunyai peranan yang berbeda. (Santoso, 2005:75)
c. Tes
Tes merupakan alat atau prosedur yang digunakan untuk mengetahui atau mengukur sesuatu dalam suasana, dengan cara atau aturan – aturan yang sudah di tentukan. (Arikunto,2007:53). Dan tes yang di gunakan dalam penelitian ini berupa pre-tes yaitu untuk mengukur kemampuan awal siswa dalam pemahaman konsep keanekaragaman makhluk hidup dan post-tes sendiri untuk mengukur kemampuan siswa setelah melakukan kegiatan praktikum.
4. Desain Penelitian Atau Rancangan Percobaan
Penelitian ini dilakanakan dalam beberapa tahap yaitu sebagai berikut:
a. Tahap Persiapan
Dalam tahap ini peneliti memulai dengan studi pendahuluan ke tempat wilayah penelitian yaitu di SMPN 1 Sumberjaya dan berbincang-bincang dengan guru biologi tentang sistem penilian, sehingga dari sini menemukan permasalahan yang sedang di hadapi oleh guru biologi.
Kemudian dilanjutkan dengan analisis kurikulum tentang kompetensi dasar dari sub konsep keanekaragaman makhluk hidup dan asesmen rubrik sebagai alat penilaian terhadap hasil pratikum sub konsep keanekaragaman makhluk hidup.
Dengan pendekatan kinerja proses dan kinerja produk kemudian asesmen rubrik dari CPS (Chicago Public School) dimodifikasi dan disesuaikan dengan kebutuhan siswa dari sub konsep keanekaragaman makhluk hidup dikembangkan menjadi instrumen.
b. Uji Coba
Setelah melakukan pembuatan instrumen tes kemudian di uji cobakan kepada siswa pada satu kelas yang sudah diajar oleh guru pamong, setelah itu di lakukan analisis butir soal sehingga nanti bisa di jadikan sebagai pre-tes yang dapat mengukur kemampuan siswa sebelum di beri perlakuan.
c. Tahapan Pengumpulan Data
Pada tahap pengumpulan data ini meliputi berbagai kegiatan yaitu studi pokok bahasan, studi prestasi belajar, studi asesmen rubrik, analisis kurikulum, perumusan mooodel pembelajaran,wawancara, lembar observasi,tes validitas,reliabilitas serta penerapan asesmen rubrik.
d. Tahapan Analisis Data
Pada tahapan Analisis Data penulis melakukan pengelompokan data ke dalam kelompok data kualitatif kemudian dianalisis sesuai dengan jenisnya.
e. Tahapan Pembuatan Laporan
Pada tahap ini yaitu pembuatan laporan yang nantinya akan dimasukan ke dalam hasil dan pembahasan serta lebih lanjut agar penggunaan instrument bisa disempurnakan.
5. Analisa Data
Analisa data yang penulis gunakan adalah data kualitatif dan teknik yang digunakan dalam analisa data ini merujuk kepada PTK, yang mempunyai tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data dan membuat kesimpulan.
a.Data kualitatif
(1) Reduksi data yaitu data yang diperoleh pada saat observasi terhadap pembelajaran diamati dan dicatat selama pembelajaran dikelas kemudian dilanjutkan dengan kegiatan pratikum dan menggunakan asesmen rubrik.
(2) Penyajian data yaitu hasil yang diamati sejak awal sampai akhir kegiatan pembelajaran dan kegiatan praktikum dicatat dalam format observasi untuk kegiatan pratikum.
(3) Membuat kesimpulan yaitu dengan melihat daftar observasi on-task dan off-task siswa dan format observasi kegiatan pratikum, hasil pratikum sebagai kinerja proses dan kinerja produk siswa pada setiap kali tatap muka sebagai bahan refleksi untuk perencanaan pelaksanaan penelitian pada pertemuan selanjutnya
c. Data kuantitatif
Sebelum melakukan penerapan asesmen rubrik dan tes untuk siswa dalam mengukur kemampuan pemahaman siswa tentang sub konsep keanekaragaman makhluk hidup, dan penerapan asesmen rubrik akan di lakukan pengujian terlebih dahulu yaitu sebagai berikut :
1.Validitas
Dalam menghitung validitas asesmen rubrik tersebut di gunakan validitas isi dan menghitung indeks validitasnya, Adapun salah satu cara untuk memperoleh validitas isi adalah dengan melihat soal – soal yang membentuk tes.sedangkan menurut Guion (1997) dalam surapranata (2004:53) bahwa validitas isi hanya dapat di tentukan berdasarkan judgmen para ahli dan validitas yang di gunakan dalam penelitian ini adalah judgmen para ahli.
2.Reliabilitas
Dalam menentukan reliabilitas sebuah tes apakah tes tersebut sudah memiliki daya keajegan yang tinggi atau belum maka digunakan “rumus alpha “ begitupun dengan asesmen rubrik karena bersifat subjektif maka untuk menentukan reliabilitasnya digunakan koefisien alpha.(surapranata,2004 :91)
Adapun untuk instrumen tes sebelum diberikan kepada siswa, instrument tersebut dilakukan pengujian terlebih dahulu.Adapun kriterianya yang harus diujikan terhadap instrumen tes adalah sebagai berikut :
a.Validitas
untuk menentukan valid tidaknya sebuah tes maka digunakan rumus korelasi product moment yang dikemukakan oleh person adalah sebagai berikut :


= koefisien korelasi antara variabel x dan variabel y.
= jumlah perkalian antara x dengan y
= kuadrat dari x
= kuadrat dari y



b.Reliabilitas
instrument dikatakan memiliki reliabilitas atau daya keajegan yang cukup dipercaya sebagai alat pengumpul data.Adapun untuk menghitung reliabilitas instrument soal menggunakan pendekatan single test-single trial dengan menggunakan rumus formula spearman – brown model gasal genap,menurut sudijono (1996 :217) sebagai berikut:



Dimana :
r11 = koefisien reliabilitas tes secara keseluruhan
1 & 2 = bilangan konstan
= koefisien korelasi product moment antara separoh ( ) tes (belahan 1) dengan separoh ( ) tes (belahan 2 )dari tes tersebut.
N = jumlah siswa
X = skor – skor hasil tes pada separoh belahan pertama
Y = skor –skor hasil tes pada separoh balahan kedua.

c.Analisis butir soal
analisis butir soal dapat di lakukan dengan menghitung daya pembeda dan tingkat kesukarannya, dalam menghitung daya pembeda menurut karno to (1996:10) digunakan rumus sebagai berikut :
X 100%
Dimana :
DP = indeks daya pembeda satu butir tertentu
BA = jumlah jawaban benar pada kelompok atas
BB = jumlah jawaban benar pada kelompok bawah
NA = jumlah siswa pada salah satu kelompok A atau B
Sedangkan untuk menghitung tingkat kesukaran menurut karna To (1996 : 11) digunakan rumus sebagai berikut :
TK = X 100%
Dimana :
TK = indeks tingkat kesukaran satu butir soal tertentu
BA = jumlah jawaban benar pada kelompok atas
BB = jumlah jawaban benar pada kelompok bawah
NA = jumlah siswa pada kelompok atas
NB = jumlah siswa pada kelompok bawah
Kaedah analisis butir soal :
Untuk daya pembeda :
Negatif – 9% = sangat buruk,harus dibuang.
10%-19% = buruk,sebaiknya dibuang
20%-29% = agak baik,kemungkinan perlu direvisi
30%-49% = baik
50%-keatas = sangat baik
Untuk tingkat kesukaran :
0%-15% = sangat sukar, sebaiknya dibuang
16%-30% = sukar
31%-70% = sedang
71%-85% = mudah
86%-100% = sangat mudah, sebaiknya dibuang
Setelah memperoleh kriteria soal yang baik dengan uji instrument soal tes maka soal tersebut divalidasi oleh ahli (pembingbing dan guru mata pelajaran biologi ) dan dipergunakan untuk soal pre – tes dan post-tes.
Nilai pre-tes dan post –tes,kemudian dianalisis dengan uji asumsi yang akan menjadi syarat untuk menentukan jenis statistik apa yang akan dipakai dalam penganalisaan selanjutnya (Subana,2000:123) uji tersebut meliputi uji normalitas dan homogenitas data,uji normalitas dilakukan untuk menentukan apakah sekumpulan data tergolong parametris atau nonparametris sedangkan uji homogenitas adalah untuk menentukan apakah dua data berasal dari populasi dengan varian yang sama atau tidak.


PROSEDUR PENELITIAN






















DAFTAR PUSTAKA


Aqib Zaenal. 2001. Penelitian Tindakan Kelas. Bandung: Yrma widya

Arikunto Suharsimi. 1993. Prosedur Penelitian. Jakarta: Rieneka cipta

Arni Fajar. 2002. Portopolio Dalam Pembelajaran IPS. Bandung: Rosda

Asmawi Zaenul. 2001. Alternatif Asessment. Jakarta: Universitas Terbuka

Hamalik Oemar. 2001. Proses Belajar Mengajar. Jakarta: Bumi aksara

Hamzah. Sistem Penilaian Terpadu Antara Kaulitatif dan Kuantitatif Dalam Pembelajaran Kalkulus. Tersedia di

http ://www.Depdiknas.go.id/jurnal/37/sistem penilaian terpadu antara kuantitatif dan kualitatif.htm.[ 28/9/2006]

Hayati Mimin. 2007. SistemPenilaian. Jakarta: Persada pers

Hendri Edi. 2005. Asesmen Dalam Pembelajaran Sains SD. Tersedia di

http : // researchingines.com// 0405 edi.html

Marzano Robert.J. 1994. Assesing Student Outcomes. Mcrel Institute

Nuryani Rustaman. 2005. Strategi Belajar Mengajar Biologi. Malang: UM Press

Sapriati Amalia. Pengembangan Instrumen Penilaian Praktikum Menghitung Populasi. Tersedia di

http : // www.Amalia sapriati.co.id ( 29-9-2006,4: 26 PM )

Sudjana Nana. 2004. Dasar –Dasar Proses Belajar Mengajar. Sinar baru

Susiana Nancy. 2005. Peningkatan Keterampilan Proses Sains Topik Hidrokarbon dan Redoks Melalui Kegiatan Presentasi pada Pembelajaran Program Piloting. Dalam Seminar Nasional Pendidikan IPA

Wardani 1 GAK. 2000. BukuMateri Pokok Penilaian Tindakan Kelas. Jakarta: UT

Wiriaatmadja Rochiati. 2005. Metode Penelitan Tindakan Kelas. Cet ke-1 Bandung: Remaja Rosdakarya
Lembar Observasi On-taks dan Off-Task
Tanggal tatap muka No Nama siswa Sikap yang muncul (menit) Paraf guru
10 20 30 40 50 60


Keterangan:
1.Mencatat hal – hal yang penting,2.Melihat dan membawa LKS atau buku pegangan lainnya,3.aktif bertanya,4.Menjawab pertanyaan guru,5.Ngobrol dengan teman yang lainnya,6.Tidak ada peralatan terhadap pembelajaran,7.Mengganggu siswa lain,8.mengantuk atau menguap,9.Absen,10.Mondar mandir.





Lembar Kegiatan Praktikum
No Aspek psikomotor Hasil Observasi Butir Soal
ya Tidak
Identifikasi Ciri-ciri Mahluk hidup
1

2

3 Mengumpulkan fakta yang relevan dan memadai

Menggunakan sebanyak mungkin indera

Mencatat setiap hasil Pengamatan Secara terpisah
Mengklasifikasi mahkluk hidup berdasarkan cirri-ciri yang dimilikinya
4

5


6 Mencari dasar pengelompokan

Cara pengelompokan makhluk hidup dengan benar

Mencari perbedaan dan persamaan cirri makhluk hidup.
Mengkomunikasikan keanekaragaman makhluk hidup
7


8

9


10
Menyusun dan menyampaikan laporan secara sistematis

Menjelaskan hasil penelitian

Menuliskan hasil pengamatan secara akurat, benar dan memakai istilah cepat

Menggambarkan data dengan tabel dan dengan diagram

Beri tanda (v) pada kolom “ya” untuk unjuk kerja yang dinyantakan sesuai dan lembar kolom “tidak” untuk unjuk kerja yang dinyatakan tidak muncul.



Asesmen Rubrik
A.Standar kompetensi
Memahami manfaat keanekaragaman makhluk hidup
B.Kompetensi Dasar
1.Mendeskripsikan konsep keanekaragaman makhluk hidup
2.Mengklasifikasikan konsep keanekaragaman makhluk hidup
3.Mengkomunikasikan konsep keanekaragaman makhluk hidup dan upaya pelestarianya.
Indikator Identifikasi
Skala Deskripsi Skor
4 Menyusun informasi dan mengidentifikasi ciri-ciri makhluk hidup di lingkungan sekitar dengan benar, dengan menggunakan sebanyak mungkin indra dan mencatat hasil pengamatannya dengan benar dan terpisah.
3 Menyusun informasi dan mengidentifikasi makhluk ciri–ciri makhluk hidup di lingkungan sekitar dengan benar dan menggunakan sebanyak mungkin indra, dan mencata hasil kurang jelas.
2 Menyusun informasi dan mengidentifikasi makhluk ciri–ciri makhluk hidup di lingkungan sekitar kurang jelas, dengan menggunakan sebanyak mungkin indra dan mencatat hasil pengamatan kurang jelas.
1 Menyusun informasi dan mengidentifikasi makhluk ciri–ciri makhluk hidup di lingkungan sekitar salah, dengan menggunakan sebanyak mungkin indra dan tidak ada catatan terhadap hasil pengamatan.

Indikator Klasifikasi

Skala Deskripsi Skor
4 Dasar penggolongan tepat, adanya hubungan tiap komponen,memasukan komponen atau data kedalam dasar pengelompokan yang benar, menggunakan kata-kata ilmiah dengan tepat, jelas dan efektif.
3 Dasar penggolongan benar, adanya hubungan tiap komponen, mengelompokan data kedalam klasifikasi yang benar, menggunakan kata–kata ilmiah dengan baik.
2 Dasar penggolongan dapat di terima, hubungan dari setiap komponen cukup, sebagian besar data di kelompokan ke dalam klasifikasi yang benar, sebagian besar menggunakan kata–kata ilmiah kurang benar.
1 Dasar penggolongan salah, tidak adanya hubungan dari setiap data, sebagian besar data di kelompokan kedalam klasifikasi yang salah,sebagian besar menggunakan kata–kata ilmiah yang salah dan tidak teratur.









Indikator komunikasi
Skala Deskripsi Skor
4 Menyusun dan menuliskan hasil pengamatan secara akurat, benar, dan memakai istilah dengan tepat, menkomunikasikan informasi secara sistematis di lengkapi dengan gambar data berupa tabel dengan tepat.
3 Menyusun dan menuliskan hasil pengamatan secara akurat dan benar, mengkomunikasikan informasi secara sistematis di lengkapi dengan gambar data berupa tabel dengan tepat.
2 Menyusun dan menuliskan hasil pengamatan kurang jelas, mengkomunikasikan informasi kurang sistematis di lengkapi dengan gambar data barupa tabel tidak tepat.
1 Menyusun dan menuliskan hasil pengamatan tidak benar, mengkomunikasikan informasi tidak sistematis tidak ada data atau gambar berupa tabel.












Pedoman Wawancara
Untuk Pendidik:
1. Dalam pelaksanaan pembelajaran di kelas apa yang ibu persiapkan supaya siswa tidak merasa jenuh?
2. Dalam menyampaikan materi apakah ibu menggunakan model pembelajaran?
3. Model pembelajaran apa yang ibu gunakan?
4. Bagaimana hasilnya bagi siswa terhadap model pembelajaran yang ibu gunakan?
5. Sistem penilaian apa yang ibu gunakan untuk mengukur keberhasilan siswa dalam memahami konsep keanekaragaman makhluk hidup?
6. Apakah dapat tercapai keterampilan proses sains dengan sistem penilaian yang ibu gunakan?
7. Bagaimana menurut ibu tentang model pembelajaran pengamatan langsung yang di terapkan pada konsep ini
8. Apakah sebelumnya ibu pernah menilai hasil praktikum sebagai hasil belajar siswa?
9. Menurut ibu sistem penilaian seperti apa yang dapat mengungkap hakekat belajar biologi yaitu biologi sebagai proses dan biologi sebagai produk?
10. Apakah sebelumnya ibu pernah mendengar tentang asesmen rubrik dalam sistem penilaian pendidikan?
11. Bagaimana menurut ibu jika asesmen rubrik di terapkan di sini untuk menilai hasil praktikum siswa
12. Bagaimana respon siswa terhadap penerapan asesmen rubrik?










RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
RPP ( 01 )

Satuan Pendidikan : SMPN 1 Sumberjaya
Mata Pelajaran : IPA – Biologi
Pokok Bahasan : Keanekaragman makhluk hidup
Semester / Kelas : 2 / VII
Alokasi Waktu : 2 X 45 Menit
Pertemuan : 1

A.Standar Kompetensi
Memahami manfaat keanekaragaman makhluk hidup
B.Kompetensi Dasar
Mendeskripsikan ciri – ciri makhluk hidup
C.Hasil Belajar
Menjelaskan konsep keanekaragaman mekhluk hidup dengan kegiatan pengamatan.
D.Indikator
1. Produk
- Menjelaskan konsep keanekaragman makhluk hidup
- Membedakan ciri – ciri makhluk hidup dengan makhluk tak hidup
- Memberi contoh ciri – ciri makhluk hidup yang ada di lingkungan sekitar
- Mengumpulkan informasi ciri – ciri makhluk hidup
2. Proses
- Mengamati ciri – ciri keanekaragaman makhluk hidup di lingkungan sekitar sekolah
- Mengelompokan keanakaragaman makhluk hidup berdasarkan ciri – ciri yang di milikinya.
E.Model Pembelajaran
Pembelajaran pengamatan langsung
F. Sumber Pembelajaran
- Buku siswa kelas VII bab keanekaragaman makhluk hidup
- LKS

G.Kegiatan Pembelajaran
1. Pendahuluan
- guru menjelaskan indikator yang harus di kuasai siswa
- Guru menjelaskan tentang model pembelajaran
- Guru menjelaskan tentang sistem penilaian yang akan di gunakan
a. Apersepsi : membawa siswa keluar kelas dengan mengamati lingkungan sekitar sekolah.
b.Motivasi : bagaimana ciri – ciri makhluk hidup ?
c.Tujuan : mendeskripsikan keanekaragaman makhluk hidup
2.Kegiatan inti
- Menjelaskan mamkhluk hidup
- melakukan tanya jawab dengan siswa tentang makhluk hidup
- Untuk lebih jelas dalam memberikan gambaran tentang makhluk hidup guru meminta siswa untuk melakukan pengamatan di lingkungan sekitar sekolah.
- Pengamatan di lakukan selama 30 menit, kemudian siswa melakukan kegiatan praktikum tentang ciri – ciri makhluk hidup
- Selama kegiatan pengamatan berlangsung guru membimbing siswa
3.Penutup
- Siswa di minta merumuskan konsep keanekaragaman makhluk hidup
- Guru mengklarifikasikan hasil KBM yang telah di lakukan.








RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
RPP ( 02 )

Satuan Pendidikan : SMPN 1 Sumberjaya
Mata Pelajaran : IPA – Biologi
Pokok Bahasan : Keanekaragman makhluk hidup
Semester / Kelas : 2 / VII
Alokasi Waktu : 2 X 45 Menit
Pertemuan : II

A.Standar Kompetensi
Memahami manfaat keanekaragaman makhluk hidup
B.Kompetensi Dasar
Mengelompokan makhluk hidup
C.Hasil Belajar
Memahami dasar pengelompokan makhluk hidup
D.Indikator
1.Produk
- Membuat ciri – ciri makhluk hidup khusus tiap king dom dalam sistem 5 kindonm dan memberi contohnya
- Membedakan makhluk hidup yang satu dengan yang lainnya berdasarkan ciri khusus yang di miliki
2.Proses
- Membuat tabel penelitian
- Mengumpulkan dan mengoleksi data
E.Model Pembelajaran
Pembelajaran pengamatan langsung
F. Sumber Pembelajaran
- Buku siswa kelas VII bab keanekaragaman makhluk hidup
- LKS 2
G.Kegiatan Pembelajaran
1. Pendahuluan
- Guru menjelaskan indikator yang harus di kuasai siswa
- Guru menjelaskan tentang model pembelajaran
- Guru menjelaskan tentang sistem penilaian yang akan di gunakan
a. Apersepsi : menyuruh siswa mengamati teman sebangkunya
b. Motivasi : apakah dunia ini semua makhluk hidup itu sama ?
c. Tujuan : memahami dasar pengelompokan makhluk hidup
2. Kegiatan inti
- Guru menjalaskan tentang dasar pengelompokan mahkluk hidup
- Untuk lebih nyata dalam mencapai indikator yamg harus di capai oleh siswa,siswa di minta untuk melakukan pengamatan kepada teman sebangkunya dengan cara berkelompok
- Tugas tersebut di kumpulkan setelah akhir pembelajaran
3. Penutup
- Rngkuman
- siswa di minta untuk memebuat kesimpulan dari hasil KBM yang telah di lakukan

















RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
RPP ( 03 )

Satuan Pendidikan : SMPN 1 Sumberjaya
Mata Pelajaran : IPA – Biologi
Pokok Bahasan : Keanekaragman makhluk hidup
Semester / Kelas : 2 / VII
Alokasi Waktu : 2 X 45 Menit
Pertemuan : III


A.Standar Kompetensi
Memahami manfaat keanekaragaman makhluk hidup
B.Kompetensi Dasar
Mengkkomunikasikan keanekaragman makhluk hidup dan upaya pelestariannya
C.Hasil Belajar
Dapat mengkomunikasikan keanekaragman makhluk hidup dan upaya pelestariannya.
D.Indikator
1.Produk
- mengemukakan pentingya membudidayakan tumbuhan / hewan langka
- mendeskripsikan usaha – usaha yang dapat dilakukan manusia untuk
Pelestarian keanekaragaman hayati.
2.Proses
- Memebuat tabel mengenai jenis, bentuk, dan manfaat dari hewan atau
Tumbuhan yang di lindungi.
E.Model Pembelajaran
Pembelajaran konvesional
F.Sumber Pembelajaran
- buku pegangan siswa kelas VII bab keanekaragaman makhluk hidup
- LKS


G.Kegiatan Pembelajaran
1.Pendahuluan
- Guru menjelaskan indikator yang harus dikuasai siswa
- Guru menjelaskan tentang model pembelajaran
- Guru menjelaskan tentang sistem penilaian yang akan digunakan
a.Apersepsi : menyuruh siswa melakukan pengamatan dilingkungan sekitar sekolah dan membuatkan tabel.
b.Motivasi : apa saja manfaat yang bisa diambil dari keanekaragaman makhluk hidup.
c.Tujuan : memahami upaya pelesetarian terhadap keanekaragaman makhluk hidup.
2.Kegiatan inti
- Melalui Tanya jawab dengan siswa guru menggali pengetahuan siswa terhadap manfaat keanekaragaman makhluk hidup bagi manusia.
- untuk lebih nyata dalam memberi gambaran pada siswa tentang manfaat keanekaragaman makhluk hidup, siswa diminta melakukan pengamatan terhadap lingkungan sekitar, mencari, mengamati,dan mengidentifikasi beberapa contoh tumbuhan dan hewan . kemudian menuliskan bagian tumbuhan dan hewan tersebut yang dapat di manfaatkan pada tabel pengamatan yang sebelumnya siswa di beri format pengamatan berupa LKS pengamatan.
- Pengamatan dilakukan selama 30 menit, setelah itu siswa diminta masuk kelas lagi dan dilanjutkan dengan kegiatan presentasi hasil pengamatan masing – masing siswa di depan kelas.
- Selama kegiatan pengamatan maupun presentasi guru membimbing siswa.
3.Penutup
- Siswa di minta merumuskan beberapa manfaat yang dapat diambil dari tumbuhan dan hewan bagi kehidupan manusia.




LEMBAR KEGIATAN SISWA
( LKS 01 )

A. Tujuan
Memahami konsep keanekaraman mahkluk hidup




F.Tabel dan hasil pengamatan
NO Nama makhluk hidup Ciri – ciri yang dimiliki



LEMBAR KEGIATAN SISWA
( LKS 02 )
Pokok Bahasan : Keanekaragaman Makhluk hidup
Kelas / Semester : VII / II
Waktu : Pertemuan 02
Judul Kegiatan : Klasifikasi keanekaragaman makhluk
Hidup
Strategi : Pengamatan

A. Tujuan
Memahami dasar pengelompokan makhluk hidup
B. Tugas
Amati lingkungan sekitar kalian, cari beberapa contoh hewan yang ada selanjutnya klasifikasikan berdasarkan ciri – ciri yang dimilikinya kemudian catat hasil pengamatan tersebut ke dalam tabel yang sudah di siapkan.
C. Tabel Pengamatan
No Nama hewan Tulang belakang Anggota tubuh Perkembangbiakan Tempat hidup

D.Tabel Pengamatan Tumbuhan
No Nama Tumbuhan Akar Batang Biji Tulang Daun Jumlah Mahkota








LEMBAR KEGIATAN SISWA
( LKS 03 )
Pokok Bahasan : Keanekaragaman Makhluk hidup
Kelas / Semester : VII / II
Waktu : Pertemuan 03
Judul Kegiatan : Mendeskripsikan keanekaragaman makhluk Hidup dan upaya pelestariaanya
Strategi : Presentasi

A. Tujuan
Mengkomunikasikan keanekaragaman makhluk hidup dan upaya pelestariannya
B. Alat dan Bahan
Pupen, Buku dan Lembar Pengamatan
C. Tugas
Setelah kamu mempelajari keanekaragaman makhluk hidup dan upaya pelestariannya, supaya kamu lebih dapat memahaminya cari tentang tumbuhan dan hewan di lingkungan sekitarmu kemudian isi tabel yang sudah tersedia lalu komunikasikan hasilnya di depan kelas.






1.Tabel Tumbuhan
Nama Tumbuhan Jenis dan bentuk Manfaat Keterangan


2.Tabel Hewan
Nama hewan Jenis dan bentuk Manfaat Keterangan




LEMBAR KEGIATAN SISWA
( LKS 01 )
Pokok Bahasan : Keanekaragaman Makhluk hidup
Kelas / Semester: VII / I
Waktu : Pertemuan 0I
Konsep : Identifikasi Makhluk Hidup

A.Petunjuk
1.Berdoa terlebih dahulu
2. Tulis nama dan kelas pada lembar jawaban
3. Pilih salah satu jawaban yang paling benar
4.Kerjakan soal yang dianggap paling mudah
1. Tumbuhan merupakan makhluk hidup karena mempunyai ciri yaitu bergerak,bagaimana cara pergerakan pada tumbuhan tersebut….
A.Bergerak manuju rangsangan
B.Bergerak menuju sinar matahari
C.Bergerak dari satu tempat ke tempat yang lain
D.Bergerak menurut tempatnya
2. Daun putri malu apabila kamu sentuh akan bereaksi,hal ini disebabkan
karena …
A.Daun putri malu bisa bergerak
B.Daun putri malu sedang melakukan respirasi
C.Daun putri malu menerima dan menanggapi rangsang
D.Daun putri malu sedang melakukan perkembangbiakan

3. Urutan pertumbuhan dan perkembangan dari bayi adalah ...
A.Bayi lahir – Balita dan Anak – anak – Adolosen – Masa tua
B.Bayi lahir – Anak – anak – Balita – Adolosen – Masa tua
C.Bayi lahir – Balita – Dewasa – Puber – Masa tua
D.Bayi lahir – Puber – Anak – anak – Adolosen – Masa tua
4. Dibawah ini yang bukan termasuk ciri – ciri makhluk hidup adalah…
A.Bernafas,tumbuh dan berkembangbiak
B.Menerima rangsang,berfotosintesis dan memerlukan air
C.Bergerak,respirasi dan membutuhkan makanan
D.Respirasi,bernafas dan bergerak
5. Dibawah ini yang termasuk ciri – ciri tumbuhan adalah...
A.Tidak memiliki klorofil,mempunyai akar,batang dan daun
B.Bergerak dan berpindah tempat,membuat makanan sendiri
C.Memiliki klorofil,mempunyai akar,batang,daun dan tidak berpindah tempat
D.Tidak berpindah tempat dan tidak memiliki system saraf dan otot
6. Air,batu dan tanah termasuk kepada….
A.Makhluk hidup C.Benda hidup
B.Organisme D.Benda tak hidup
7. Bila kita melihat pohon pisang,tanaman jagung dan pohon kelapa,semua tanaman tersebut menghasilkan bunga dan buah. Hal ini disebabkan …
A.Bergerak menjadi besar C.Menerima dan menanggapi rangsang
B.Tumbuh dan berkembang D.Berkembangbiak

8. Ayam bertelur dan sapi melahirkan anaknya adalah salah satu ciri makhluk hidup…
A.Berkembangbiak C.Membutuhkan makanan
B.Beranak D.Proses melahirkan
9. Cara bernafas pada cacing adalah dengan menggunakan …
A.Insang C.Thrakea
B.Paru - paru D.Kulit
10. Yang diperlukan dan dibutuhkan makhluk hidup adalah …
A.Beranak – melahirkan – bertelur
B.Oksigen – uap air – makanan
C.Oksigen – air – makanan
D.Air – karbondioksida – makanan







→ Selamat mengerjakan ←



LEMBAR KEGIATAN SISWA
( LKS 02 )
Pokok Bahasan : Keanekaragaman Makhluk hidup
Kelas / Semester: VII / I
Waktu : Pertemuan 02
Konsep : Pengelompokan Makhluk Hidup

A.Petunjuk
1.Berdoa terlebih dahulu
2. Tulis nama dan kelas pada lembar jawaban
3. Pilih salah satu jawaban yang paling benar
4.Kerjakan soal yang dianggap paling mudah
1. Pengelompokan makhluk hidup berdasarkan persamaan ciri- ciri yang dimilikinya termasuk kepada…
A.Klasifikasi Makhluk hidup C.Klasifikasi tumbuhan
B.Klasifikasi hewan D.Klasifikasi makhluk
2. Dengan adanya keanekaragaman makhluk hidup, maka perlu dikelompokan dengan tujuan…
A.Mempermudah ahli biologi dalam melakukan pemupukan
B.Mempermudah ilmuan untuk bekerja
C.Mempermudah mengenal objek makhluk hidup
D.Mempermudah orang memanfaatkan makhluk hidup



3. Kingdom tumbuhan dibagi menjadi …
A.Tumbuhan berakar serabut dan tumbuhan berakar tunggang
B.Tumbuhan berbiji tertutup dan tumbuhan berbiji terbuka
C.Tumbuhan berbiji dan tumbuhan tidak berbiji
D.Tumbuhan berbuluh dan tumbuhan tidak berbuluh
4. Ganggang dan bakteri termasuk kepada kingdom…
A.Protista C.Plantae
B.Monera D.Fungi
5. Dari berikut ini yang bukan dari sistem 5 kingdom adalah…..
A.Fungi dan flantae
B.Protista dan animalia
C.Fungi dan sperthopyta
D.Monera dan protista
6. Hewan yang tergolong invertebrate memiliki ciri…
A.Berangka luar C.Tidak bertulang belakang
B.Bertulang banyak D.Bertulang belakang
7. Melinjo, pakis haji, dan cemara tergolong pada tumbuhan …
A.Tumbuhan berpembuluh dan berbiji terbuka
B.Tumbuhan dikotil
C.Tumbuhan monokotil
D.Tumbuhan berbiji tertutup


8. Ikan, burung, buaya termasuk hewan yang memiliki ……
A.Hewan bertulang belakang C.Hewan sederhana
B.Hewan tak bertulang belakang D.Hewan berpori
9. Salah satu dari 5 kingdom yang bisa berfungsi sebagai pengurai oncom,tape,tempe dll adalah…..
A.Kingdom monera C.Kingdom plantae
B.Kingdom protista D.Kingdom fungi
10. Dasar pengelompokan makhluk hidup oleh aristoteles adalah…
A.Tempat hidupnya C.Ada atau tidak ada sel
B.Kegunaannya D.Struktur gen






→ Selamat mengerjakan ←






LEMBAR KEGIATAN SISWA
( LKS 03 )
Pokok Bahasan : Keanekaragaman Makhluk hidup
Kelas / Semester: VII / I
Waktu : Pertemuan 03
Konsep : Upaya dan Pelestariannya

A.Petunjuk
1.Berdoa terlebih dahulu
2. Tulis nama dan kelas pada lembar jawaban
3. Pilih salah satu jawaban yang paling benar
4.Kerjakan soal yang dianggap paling mudah
1. Perlindungan terhadap hewan langka dapat dilakukan dengan cara…
A.Cagar alam C.Kebun raya
B.Suaka marga satwa D.Hutan lindung
2. Hewan dan tumbuhan yang sudah langka perlu kita ….
A.Pelihara dirumah masing – masing
B.Pellihara dan kita lestarikan di dalam hutan lindung
C.Pelihara dan dilestarikan di habitat aslinya
D.Pelihara dan dikembangbiakan di kebun raya
3. Tumbuhan dan hewan mengalami kelangkaan,penyebabnya oleh hal – hal sebagai berikut,kecuali…
A.Tingkat reproduksi rendah
B.Tingkat reproduksi tinggi
C.Kegiatan manusia yang memanfaatkan alam secara berlebihan
D.Kegiatan manusia dengan penebangan hutan secara bebas
4. Tindakan manusia yang positif terhadap tumbuhan dan hewan langka diantaranya ….
A.Tidak merusak hutan dan berburu secara liar
B.Membudidayakan hewan peliharaan rumah
C.Memelihara dan berternak harimau dirumah
D.Membuat tanaman bonsai dan memelihara berbagai burung
5. Alam yang indah dan seimbang ini rusak oleh adanya …..
A.Tangan manusia yang mengeksplorasi alam secara berlebihan
B.Tangan manusia yang memanfaatkan sumber alam dengan bijaksana
C.Saling memakan antara hewan buas dengan hewan yang lainnya
D.Saling berebutan makanan diantara hewan – hewan buas
6. Upaya menggunakan sumber daya alam secar efisien dan bijaksana berarti kita melakukan …
A.Eksploitasi C.Eksplorasi
B.Diversifikasi D.Konservasi
7. Membudidayakan hutan sehingga dapat diambil hasilnya berupa rotan, kayu, dan objek wisata yang menghasilkan uang merupakan suatu nilai dari pentingnya membudidayakan tumbuhan dan hutan,nilai yang di maksud adalah…
A.Ekonomi C.Kebanggaan berbangsa
B.Keindahaan dan keseimbangan D.Mental dan spiritual
8. Mengingat akan kelangkaan jenis tumbuhan yang ada di Indonesia sehingga dijadikan sebagai bunga nasional diantaranya…
A.Anggrek bulan jawa,mawar, melati
B.Raflesia arnoldi, anggrek bulan jawa, kamboja
C.Kayu hitam, rafflesia arnoldi, anggrek bulan jawa
D.Mawar, melati, sepatu.
9. Untuk melindungi hewan langka yang ada di Indonesia seperti orang utan, badak bercula satu, harimau perrlu diadakannya…
A.Taman nasional C.Taman bunga
B.Taman wisata D.Taman bermain

10. Pada awalnya membudidayakan tumbuhan dan hewan di lakukan orang karena adanya…
A.Pangan, keindahaan dan kesehatan
B.Pangan, sandang dan papan
C.Sandang, nilai ilmiah dan perumahaan
D.Sandang, keindahan dan kesehatan.




→ Selamat mengerjakan ←

INSTRUMENT PRE – TEST
Bidang Studi : IPA - BIOLOGI
Konsep : Keanekaragaman makhluk hidup
Kelas/Semester : VII/II
Waktu : 45 menit

A.Petunjuk
1.Berdoa terlebih dahulu
2. Tulis nama dan kelas pada lembar jawaban
3. Pilih salah satu jawaban yang paling benar
4.Kerjakan soal yang dianggap paling mudah
1. Penyebab timbulnya keanekaragaman makhluk hidup di alam ini adalah …
A. Jenis Kelamin C. Perbedaan jenis makanan
B.Perbedaan umur D.Evolusi
2. Yang membedakan makhluk hidup dengan makhluk tak hidup adalah…
A.Ciri – ciri kehidupan C.Tumbuh dan berkembang
B.Berkembangbiak D.Membesar dan mengecil
3. Daun putri malu jika di sentuh bagian daunnya akan menutup,hal ini adalah salah satu ciri makhluk hidup…
A.Bernafas dan tumbuh C.Menerima dan menanggapi rangsang
B.Bergerak D.Berkembangbiak
4 Proses fotosintesis adalah proses pertumbuhan untuk mengambil air dari zat mineral dari dalam tanah serta karbondioksida dari udara yang diolah menjadi makanan, dari proses tersebut menanadakan bahwa makhluk hidup mempunyai ciri ….
A.Berkembang biak
B.Pertumbuhan dan perkembangan
C.Makhluk hidup memerlukan udara
D.Makhuk hidup memerlukan makanan
6. Pohon pisang dewasa menghasilkan tunas yang tumbuh di sekitarnya contoh tersebut menunjukan bahwa makhluk hidup…..
a.Berkembang biak
b.Tumbuh dan berkembang
c.Peka terhadap rangsang
d.Memerlukan makanan
7.Makhluk hidup sangat banyak beranekaragaman, keanekaragaman makhluk hidup itu dapat di lihat dengan adanya perbedaan – perbedaan bentuk, ukuran, struktur, warna dan fungsi organ ataupun habitatnya, sehingga dapat mudah di pelajarinya perlu di lakukan…
a.Pemisahan
b.Klasifikasi tumbuhan
c.Klasifiaksi hewan
d.Klasifikasi makhluk hidup

8.Dasar klasifikasi makhluk hidup yang di temukan oleh carolus linnaeus berdasarkan …
a.Persamaan dan perbedaan struktur tubuh
b.Struktur gen
c.Habitatnya
d.Tempat tinggalnya
9. Bakteri dan ganggang biru merupakan makhluk hidup yang selnya tidak memiliki membran inti, contoh di atas adalah salah satu kingdom…
a.Kingdom protista
b.Kingdom monera
c.Kingdom fungi
d.Kingdom plantae
10.Tubuhnya terdiri dari banyak sel yang telah berdiferensiasi, tidak memiliki membran inti kedua ciri tersebut merupakan perbedaan dari kingdom….
a.Kingdom plantae dan kingdom monera
b.Kingdom fungi dan kingdom plantae
c.Kingdom animalia dan kingdom fungi
d.Kingdom fungi dan kingdom protista
11.Para ahli biologi mengklasifikasikan keanekaragaman yang ada di bumi ini dengan tujuan…
a.Mempermudah, mengenali, membandingkan dan mempelajari makhluk hidup
b.Mempermudah ilmuan untuk bekerja
c.Mempermudah orang yang memanfaatkan makhluk hidup
d.Mempermudah ahli biologi dalam melakukan pemupukan
12.Pada awalnya membudidayakan tumbuhan dan hewan di lakukan orang karena adanya….
a.Pangan, keindahan, dan kesehatan
b.Pangan,sandang, dan papan
c.Sandang, nilai ilmiah dan perumahan
d.Sandang, keindahan, dan kesehatan.

13.Perlindungan terhadap hewan langka dapat di lakukan dengan cara …
a.Cagar alam
b.Suaka marga satwa
c.Kebun raya
d.Hutan lindung
14.Untuk melindungi keanekaragaman makhluk hidup dari kepunahan sehingga dapat di lakukan dengan cara …
a.Cagar alam c.Konservasi
b.Taman nasional d.Suaka marga satwa
15.Di bawah ini yang bukan merupakan kegiatan manusia yang dapat mengancam kelestarian makhluk hidup…
a.Reboisasi
b.Pembabatan hutan alam untuk keperluan pengambilan hasil hutan, perkebunan, pabrik dll
c.Pembuangan limbah ke lingkungan
d.Penggunaan peptisida, insektisida dan fungisida secara terus menerus
16.Dasar klasifikasi makhluk hidup yang di temukan oleh seorang filosof dari yunani yang bernama aristoteles membagi makhluk hidup berdasarkan…
a.Struktur gen
b.Strutur tubuh
c.Persamaan ciri
d.Habitatnya
17.Pernyataan yang tepat terdapat pada …
a.Harimau dan singa berada satu spesies karena adanya persamaan
b.Harimau dan singa sebagai dan spesies yang berbeda karena adanya perbedaan
c.Harimau dan singa sebagai dua marga yang berbeda karena adanya perbedaan
d.Harimau dan singa sebagai dua ordo yang berbeda karena adanya perbedaan.
18.Untuk melindungi tumbuhan dari ancaman kepunahan sehingga perlu dilakukan…..
a.Reboisasi c.Cagar alam
b.Suaka margasatwa d.Tanah nasional



19.Membudidayakan hutan sehingga dapat diambil hasilnya berupa rotan, kayu, dan obyek wisata yang menghasilkan uang merupakan suatu nilai dari pentingnya membudidayakan tumbuhan dan hutan, nilai yang di maksud adalah…
a.Ekonomi c.Kebanggaan berbangsa
b.Keindahan dan keseimbangan d.Mental dan spritual
20.Nama latin dari jangung adalah…
a.Sechirum edule
b.Citrullus lanatus
c.Cucumis sativus
d.Zae may
Penilaian kerja dalam pendidikan.
Tanggal: Friday, 04 April 2008
Topik: percaturan wartawan portal depsos

PENILAIAN KERJA ASESMEN RUBRIK

Salah satu bagian penilaian kinerja adalah adanya kriteria penilaian atau rubrik. Penilaian kinerja dalam pendidikan merupakan alat/pedoman penilaian hasil belajar siswa. Menurur Asmawi Zainul (1999), sebagai kriteria dan alat penskoran, rubrik terdiri dari daftar kriteria yang diwujudkan dalam dimensi-dimensi kinerja, aspek-aspek atau konsep-konsep yang akan dinilai dan gradasi mutu, mulai dari tingkat yang paling sempurna sampai dengan tingkat yang paling buruk.

Rubrik dikenal juga dengan istilah scoring rubric yang terdiri dari beberapa komponen, diantaranya :



a. Dimensi yang akan dijadikan dasar menilai kinerja.

b. Definisi dan contoh yang merupakan penjelasan mengenai setiap dimensi.

c. Skala yang akan digunakan untuk menilai dimensi.

d. Standar untuk setiap kategori kinerja. (Chicago Public Schools)

Mutu atau pemberian peringkat (rating) dapat berupa penilaian subjektif yang dinyatakan secara deskriptif seperti sempurna, sangat baik, baik, kurang dan kurang sekali. Selain itu dapat dinyatakan dengan angka (numeric) misalnya 5, 4, 3, 2, dan 1, atau kombinasi dari keduanya, deskriptif maupun numerik (Zainul, 1999). Sementara itu Reichel (Yusuf, 2003) mengemukakan tiga kategori umum dalam penilaian kinerja yaitu baik jika pekerjaan seorang siswa memenuhi semua criteria, sedang jika pekerjaan seorang siswa memenuhi semua criteria kecuali satu dan kurang jika pekerjaan seorang siswa memenuhi semua criteria kecuali dua. Sedangkan Popham (Irawan, 2002) mengemukakan satu contoh skala penilaian yaitu skala nol sampai lima yang berbentuk skema tanpa ada gamnaran verbal. Terlepas dari semua itu, penyusunan rubric harus memenuhi aspek kesesuaian dan kemudahan dalam penggunaan, kemudahan dalam pengadministrasian, kepraktisan dan keadilan.


1. Kegiatan Pembelajaran di Luar Kelas (Field Trip)

ASEP H. HERNAWAN (1997) Sumber belajar adalah semua sumber baik berupa data, orang dan wujud tertentu yang dapat digunakan oleh siswa dalam belajar, baik secara terpisah maupun secara terkombinasi sehingga mempermudah siswa dalam mencapai tujuan belajarnya (AECT)

Sumber belajar dapat dibedakan menjadi enam jenis yaitu pesan (message), orang (people), bahan (materials), alat (tool and equipment), teknik (technique), dan lingkungan (setting).

Mengajar dengan menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar akan lebih bermakna dan bernilai, sebab para siswa dihadapkan dengan peristiwa dan keadaan yang sebenarnya, keadaan yang alami, sehingga lebih nyata, lebih faktual dan kebenarannya lebih dapat dipertanggungjawabkan.

Nilai-nilai atau keuntungan yang dapat diperoleh dengan menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar :

a. Lingkungan menyediakan berbagai hal yang dapat dipelajari siswakita, memperkaya wawasannya, tidak terbatas oleh empat dinding kelas dan kebenarannya lebih akurat.

b. Kegiatan belajar dimungkinkan akan lebih menarik, tidak membosankan dan menimbulkan antusisme siswa untuk lebih giat belajar.

c. Belajar akan lebih bermakna (meaningful learning), sebab para siswa dihadapkan dengan keadaan yang sebenarnya.

d. Aktivitas siswa akan lebih meningkat dengan memungkinkannya menggunakan berbagai cara seperti proses mengamati, bertanya atau wawancara, membuktikan sesuatu, mengkaji fakta dan sebagainya.

e. Dengan memahami dan menghayati aspek-aspek kehidupannya yang ada di lingkungannya, dapat dimungkinkan terjadinya pembentukan pribadi para siswa, seperti cinta akan lingkungan.

Lingkungan yang tepat dimanfaatkan dalam kegiatan belajar mengajar adalah semua lingkunngan yang sesuai dengan tujuan pembelajaran serta bahan ajar yang akan disampaikan kepada siswa.

Ada dua lingkungan yang dapat digunakan sebagai sumber belajar, yaitu lingkungan sosial dan lingkungan alam/fisik.

Lingkungan sosial sangat tepat digunakan untuk mempelajari ilmu-ilmu sosial dan kemanusiaan. Lingkungan sosial inmi berkenaan dengan interaksi siswa dwngan kehidupan bermasyarakat.

Lingkungan alam adalah segala sesuatu yang sifatnya alamiah, seperti sumber daya alam hayati dan non hayati.

Gejala-gejala alam sifatnya relatif tetap tidak seperti lingkungan sosial yang sering terjadi perubahan, oleh karena itu sebenarnya akan lebih mudah dipelajari oleh siswa.

Dengan mempelajari lingkungan alam, diharapkan siswa lebih dapat memahami bahan ajar, lebih dari itu dapat menumbuhkan kesadaran, cinta alam, mungkin juga turut berpartisipasi untuk menanggulangi hal tersebut misalnya dengan menjaga dan memelihara lingkungan.

Lingkungan dapat berfungsi untuk memperkaya bahan ajar, memperjelas konsep dan prinsip yang dipelajari dan bisa dijadikan sebagai laboratorium belajar siswa.

Ada dua teknik menggunakan lingkungan dalam kegiatan pembelajaran, yaitu membawa kelas ke dalam lingkungan yang akan dipelajari atau membawa lingkungan itu ke dalam kelas.

Salah satu cara yang dapat dilakukan pada teknik pertama yaitu guru bersama para siswa melakukan kegiatan karyawisata atau “field trip“, yaitu mengunjungi lingkungan yang dijadikan objek studi tertentu sebagai bagian integral dari pelaksanaan kurikulum. Objek studi ini tidak terbatas pada jarak, artinya bisa objek yang jauh dari sekolah/kota tempat sekolah itu berada, namun bisa juga ditempat-tempat sekitar sekolah, seperti halaman sekolah, kebun sekolah, organisasi kemasyarakatan di dekat sekolah, sawah, kolam ikan dan sebagainya. Sebelum melaksanakan karyawisata, guru bersama para siswa perlu mempersiapkan terlebih dahulu apa yang akan dilakukan, apa yang akan dipelajari, bagaimana cara mempelajarinya serta kapan sebaiknya dipelajari.

Ada tiga langkah yang bisa ditempuh untuk menggunakan lingkungan ini, yaitu langkah perencanaan, langkah pelaksanaan dan langkah tindak lanjut (follow up).

Langakah perencanaan dapat dilakukan melalui cara-cara berikut :

a. Tentukan tujuan pembelajaran yang harus dicapai siswa berkaitan dengan penggunaan lingkungan sebagai sumber belajar. Tujuan ini dirumuskan secara spesifik dan operasional untuk memudahkan dalam penilaian hasil belajar.

b. Tentukan objek yang akan dipelajari atau dikunjungi. Perhatikan keterkaitannya dengan tujuan pembelajaran dan kemudahan-kemudahan dalam menggunakan lingkungan seperti jaraknya tidak terlalu jauh, tidak memerlukan waktu yang terlalu lama, biayanya murah, keamanannya dan tersedianya sumber belajar yang bisa dipelajari.

c. Rumuskan cara belajar atau bentuk kegiatan yang harus dilakukan siswa selama mempelajari lingkungan seperti mencatat apa yang terjadi, mengamati suatu proses, melakukan wawancara, membuat sket dan sebagainya.

Selain itu ada baiknya apabila para siswa dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil (4-5 orang) dan setiap kelompok diberi tugas khusus. Hal ini akan menumbuhkan kerja sama dalam kelompok serta dapat memperluas wawasan mereka, karena setiap kelompok nantinya akan melaporkan hasil pekerjaanya di depan kelas.

d. Siapkan pula hal-hal yang sifatnya teknis seperti tata tertib kegiatan yang harus dipatuhi siswa, perizinan untuk mengadakan kegiatan, perlengkapan-perlengkapan yang harus dibawa dan alat atau instrumen yang digunakan.

Langkah pelaksanaan yaitu melakukan berbagai kegiatan belajar di tempat tujuan sesuai dengan perencanaan yang telah ditetapkan. Dalam karyawisata, kegiatan biasanya diawali dengan penjelasan para petugas mengenai objek yang dikunjungi. Dalam hal ini para siswa bisa mengajukan pertanyaan-pertanyaan, mencatat semua informasi yang dianggap penting atau sesuai dengan alat/instrumen yang telah disiapkan. Selain informasi dari para petugas, para siswa dengan bimbingan petugas mengamati objek yang dipelajarinya. Dalam kegiatan ini para petugas masih memberikan penjelasan-penjelasan, peserta didik bisa bertanya dan mencatatnya. Kemudian para siswa dalam kelompoknya dapat mendiskusikan hasil belajarnya untuk dirumuskan dan dilaporkan kepada guru kelas dan kelompok lainnya. Apabila objek yang dipelajari sifatnya bebas dan tidak memerlukan petugas khusus yang mendampinginya, para siswa bisa langsung mempelajari objek studi, mengamatinya serta mencatatnya atau mengadakan wawancara dengan siapa saja yang dianggap layak.

Langakah terakhir yaitu tindak lanjut dari semua kegiatan yang telah dilaksanakan. Langkah ini bisa berupa kegiatan belajar di dalam kelas untuk mendiskusikan hasil-hasil yang telah diperoleh dari lingkungan. Setiap kelompok lainnya mendengarkan dan memberikan tanggapan seperlunya. Pada akhirnya, guru kelas memberikan penjelasan dan pembahasan akhir dikaitkan dengan tujuan pembelajaran. Guru juga dapat memberikan penilaian terhadap kegiatan-kegiatan dan hasil yang telah dicapai masing-masing peserta didik. Tugas berikutnya dapat guru berikan kepada siswa, misalnya berupa pekerjaan rumah seperti menyusun laporan lengkap dari kegiatan yang telah dilakukan, menyusun karangan berkenaan dengan kesan-kesan selama melakukan kegiatan, atau membuat pertanyaan-pertanyaan yang berkenaan dengan hasil kegiatan.

Manfaat penggunaan lingkungan sebagai sumber belajar bagi siswa:

a. Memberikan motivasi belajar.

b. Mengarahkan aktivitas belajar.

c. Memperkaya informasi.

d. Meningkatkan hubungan sosial.

e. Pengenalan lingkungan.

f. Menimbulkan sikap dan apresiasi terhadap lingkungan sekitar.

Lingkungan alam dapat digunakan untuk mempelajari gejala-gejala alam serta dapat menumbuhkan kesadaran siswa akan cinta alam dan berpartisipasi dalam memelihara alam.

Dalam langkah perencanaan, pelaksanaan dan tindak lanjut, guru dan siswa terlibat aktif sehingga kegiatan pemanfaatan lingkungan menjadi tanggung jawab bersama.

S. NASUTION Ada bermacam-macam cara untuk menggunakan sumber-sumber dalam lingkungan untuk kepentingan pelajaran. Pada umumnya dapat dibagi dalam dua golongan yaitu :

a. Membawa anak ke dalam lingkungan untuk keperluan pelajaran (karyawisata, service projects, school camping, survey, interview).

b. Membawa sumber-sumber dari lingkungan ke dalam kelas untuk kepentingan pelajaran (resource person, benda-benda seperti pameran atau koleksi).

Karyawisata mempunyai nilai-nilai sebagai berikut :

a. Memberi pengalaman-pengalaman langsung. Anak belajar dengan menggunakan segala macam alat indera. Satu karyawisata lebih berharga daripada seratus gambar.

b. Membangkitkan minat baru atau memperkuat minat yang telah ada.

c. Memberi motivasi kepada murid untuk menyelidiki sabab musabab sesuatu.

d. Menanamkan kesadaran akan masalah-masalah yang terdapat di dalam masyarakat.

e. Memberikan pengertian yang lebih luas tentang kehidupan dalam masyarakat.

f. Mengembangkan hubungan social dengan msyarakat.

g. Merencanakan karyawisata




2. Pembagian Kelompok dalam Kegiatan Pembelajaran

3. Kinerja Siswa dalam Kegiatan Pembelajaran di Luar Kelas (Field Trip)

4. Konsep Keanekaragaman Hewan Vertebrata